Tampilkan postingan dengan label ISL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISL. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2009

Ngon A Djam Akhirnya Datang



 
Selasa, 20 Oktober 2009 19:46:21 WIB
Reporter : M. Syafaruddin


Surabaya (beritajatim.com) - Setelah ditunggu hampir tiga bulan, pemain anyar Persebaya, Ngon A Djam akhirnya menapakkan kaki di Persebaya. Ngon juga sudah mengikuti latihan pagi dan sore bersama rekan-rekanya tim Bajul Ijo.

Kepada wartawan, ia� mengungkapkan alasan mengapa ia datang terlambat.
Ditemui di Mess Persebaya, Selasa (20/10/2009), Ngon datang dengan menaiki mobil salah satu pengurus Persebaya. Ia datang bersama temannya yang sama-sama berkulit legam dari penginapannya, Hotel Sahid, Surabaya.

Kepada wartawan, Ngon juga membuka suara mengapa pengurusan surat izin kerja dan visanya sangat lambat. Menurutnya, hal itu karena ia mengalami masalah keluarga yang sangat memukul jiwanya. "Ibu saya meninggal tiga minggu lalu, tepatnya tanggal 7 September," ucap Ngon dengan Bahasa Inggris yang fasih.

Ia juga menampik anggapan diirnya sengaja melarikan diri dari Persebaya. Sebab sebelumnya, agen mantan pemain Sriwijaya itu, Eko Subekti mengaku sempat hilang kontak selama satu bulan dengan Ngon. Tapi Ngon beralasan, kesibukannya mengurus Visa membuat dia lupa memberi kabar.

"Saya sibuk mengurus Visa, saya harus terbang Kamerun ke Nigeria. Dan memang ada problem dengan ponsel saya. Tapi setelah Visa saya beres, saya langsung telepon agen," kata pemain dengan tinggi badan 185 cm itu.

Bergabung dengan Persebaya merupakan salah satu kebanggan tersendiri baginya. Sebab ia mengaku sudah memilih tempat yang pas untuk meneruskan kariernya. Sebelumnya, Ngon sempat menjadi andalan Sriwijaya FC untuk urusan mencetak gol. Total 22 gol sudah dijaringkannya selama semusim.

Meski terkenal sangat haus gol, Ngon tidak jumawa. Menurutnya, hal itu dapat terulangi jika diirnya rajin berlatih dan mendengarkan instruksi dari pelatihnya, Danurwindo.

"Ini tim bagus, pelatihnya juga bagus. Untuk musim ini saya tidak ingin target gol, kita jalani saja dan yang penting harus main bagus," lanjut pemain 29 tahun itu. Desember mendatang Ngon berencana mengajak istrinya, Yolanda beserta kedua anaknya, Lionel dan Fortune untuk hijrah ke Surabaya.[sya/ted]
di copas dari BEJAT.COM

Salam Satu Nyali!

Tadi Malam Tiba di Surabaya, Gaji Ngon Ikut Mundur


Penantian Persebaya Surabaya terhadap juru serang barunya, Claude Parfait Ngon a Djam, akhirnya berakhir. Pemain asing asal Kamerun tersebut menginjakkan kaki di Surabaya tadi malam (19/10).

Ngon mendarat di Bandara Juanda sekitar pukul 22.00 WIB. Sebelum bertolak ke Surabaya, dia terlebih dulu bertemu pemilik agen yang menaunginya, Indo Bola Mandiri.

Sekretaris Pengcab PSSI Surabaya Ahmad Munir menyatakan bahwa Ngon tiba di Bandara Juanda sekitar pukul 22.00. 'Baru saja Ngon menghubungi saya, dia sudah mendarat dan masih menunggu bagasi,' jelasnya. Selanjutnya Ngon dijadwalkan menginap di Hotel Sahid Surabaya tadi malam.

Ngon sebenarnya sempat memberikan penjelasan kepada wartawan melalui sambungan telepon kemarin siang, pemain kelahiran 24 Januari 1980 itu tidak menyebutkan penyebab keterlambatannya. Dia memilih akan menjelaskannya ketika tiba di Surabaya.

Sementara itu, owner agen Indobola Mandiri, Eko Subekti menyatakan keterlambatan Ngon disebabkan sejumlah hal. Salah satunya kematian ayah pemain bertinggi 186 cm itu. 'Ayahnya baru saja meninggal. Karena itu, Ngon lebih lama berada di Kamerun,' tutur pria berkacamata itu.

Terlepas dari suasana berduka yang dialami Ngon, pengurusan perizinan oleh pemain Afrika memang terkenal lama. Eko menyatakan bahwa pengurusan dokumen pemain Afrika bisa dua kali lebih lama daripada pemain dari benua lainnya.

Banyaknya orang Afrika yang terjerat masalah hukum membuat proses perizinan semakin berbelit. Kehadiran Ngon tentu semakin meringankan beban Persebaya di laga selanjutnya.

Asisten Manajer Bidang Teknik Persebaya Cholid Ghoromah berharap Ngon memberi warna lain bagi permainan Persebaya. 'Kami harapkan Ngon membuat permainan Persebaya semakin baik,' jelasnya.

Pria yang juga menjabat ketua harian Pengcab PSSI Surabaya itu menilai status Ngon sebagai pemain bintang membuat pemain lain semakin percaya diri dalam membela Persebaya.

Meski demikian, manajemen tim berjuluk Green Force tersebut tetap menyikapi keterlambatan Ngon. Cholid memang tidak menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan sanksi berupa denda untuk Ngon.

'Kami akan bersikap berdasar kesepakatan. Kalau dia bekerja mulai Oktober, tentu hitungan gajinya juga akan mundur," ucapnya.

Jika bergabungnya Ngon sudah menunjukkan titik terang, tidak demikian pemain asing Persebaya lainnya, John Tarkpor. Hingga kemarin gelandang asal Liberia tersebut masih dalam wilayah sengketa antara Persebaya dan Persitara.

Secara etika, Cholid memang menyayangkan sikap Tarkpor yang menerima uang panjar dari Persitara. Namun, Cholid masih yakin bahwa pemain yang musim lalu membela Persitara itu akan menjadi milik Persebaya.

Menurut dia, dalam sepak bola profesional tidak ada istilah uang panjar. 'Yang ada hanya kontrak hitam di atas putih. Dan, kami memiliki itu," tandas Cholid. [uan/diq/jawapos]
Salam Satu Nyali!

Senin, 19 Oktober 2009

Bajul Ijo Tersubur, Striker Persela dan Arema Masih Mandul

Senin, 19 Oktober 2009 09:34:59 WIB
Reporter : M. Syafaruddin



Surabaya (beritajatim.com) - Jatim merupakan daerah di Indonesia dengan kontestan Superliga paling banyak. Bayangkan, dari 18 kontestan, lima diantaranya adalah klub asal provinsi di ujung timur Pulau Jawa ini. Persebaya Surabaya, Persela Lamongan, Arema, Persema Malang dan Persik Kediri, merupakan jajaran klub papan atas yang siap bersaing untuk mereput kampiun Superliga.

Hingga masuk pekan kedua Superliga, tim-tim asal Jawa Timur masih bertengger di sekitar 10 besar klasemen. Bahkan dua klub asal Jatim, Persela dan Persebaya berhasil merangsek ke peringkat empat besar. Laskar Joko Tingkir duduk di peringkat ketiga, sedangkan Bajul Ijo satu strip di bawahnya. Sekarang mari kita telususi satu per satu.

Persela. Dari dua laga yang berlangsung di stadion Surajaya, Lamongan, Laskar Joko Tingkir berhasil menyapu bersih poin kandang. Menang lawan Pelita Jaya dilaga perdana melalui dua gol Martins Zada, anak asuh Widodo C Putra itu kembali menuai poin ketika menjamu Persitara juga melalui gol Zada.

Meski untuk sementara brada di posisi empat, Persela nampaknya harus melakukan evaluasi. Sebab lini depan mereka tergolong mandul. Dari tiga gol yang berhasil disarangkan, semua berasal dari kaki gelandang serangnya, Zada. Padahal Persela sudah mendatangkan duet maut asal Persibo, Syamsul Arif dan Varney Pas Boakay.

Jika Persela mampu menuai poin sempurna didua laga awal mereka, Persebaya harus rela kehilangan dua poin. Sebab, saat meladeni Bontang FC, mereka bermain imbang 2-2. Namun rasa haus kemenangan terbayar lunas ketika Persebaya melumat Persisam Samarinda dengan skor telak 5-2. Untuk sementara Persebaya nangkring di posisi keempat dengan empat poin dari dua pertandingan.

Persebaya mungkin menjadi tim tersubur di Superliga saat ini. Dari dua pertandingan, total tujuh gol sudah mereka buat. Padahal, dua pemain asing yang terkenal garang di kotak penalti, Ngon A Djam dan John Tarkpor masih belum bergabung. Tapi bukan berarti Bajul Ijo tak lepas dari catatan. Lini belakang menjadi titik yang harus segera dibenahi, karena mereka sudah kebobolan dua gol dari dua pertandingan.

Setelah membahas Persebaya, kini saatnya menyebrang ke Malang dimana Arema dan Persema dilahirkan. Dari dua laga yang dijalani di stadion Kanjuruhan, Singo Edan mampu merangkumkan empat poin dan berada di peringkat enam klasmeen sementara. Menang lawan Persija di pertandingan pembuka dengan skor 1-0, Ongis Nade justru imbang lawan PSPS Pekanbaru di pertandingan kedua dengan skor 0-0.

Masalah cetak gol mungkin menjadi penyakit bagi Arema saat ini. Meski sudah mendatangkan striker Singapura, Noh Alam Shah, namun bukan berarti menyelesaikan urusan cetak gol Bagi Ongis Nade. Hingga kini Singo Edan menjadi tim asal Jatim yang peling pelit gol. Dari dua pertandingan, mereka hanya mencetek satu gol melalui sentuhan pemain tengahnya, M Fachrudin.

Nasib Arema sangat berbanding terbalik dengan saudara tuanya, Persema. Laskar Kan Arok kini bertengger di posisi delapan dengan torehan tiga poin. Skenario kedua tim asal Malang ini sangat unik. Jika Arema memang lawan Persija, Persema justru kalah dari Macan Kemayoran dengan skor telak, 1-3. Namun mereka bangkit di pertandingan kedua kala menghancurkan PSPS dengan skor, 3-2.

Persiapan Persema boleh jadi yang terpanjang diantara klub-klub Jatim lainnya. Namun hingga kini anak asuh Subangkit belum jua menuai hasil yang optimal. Duet Brima Pepito dan Jairon Feliciano juga belum padu. Memasukkan 4 gol dan kemasukan 5 lima gol. Sama halnya dengan Persebaya, lini belakang yang digawangi Semme Patrick masih perlu pembenahan jika tidak ingin menjadi bulan-bulanan striker lawan.

Dari lima klub asal Jatim, mungkin prestasi Persik Kediri yang boleh dibilang masih kurang greget. Sebab, dari dua pertandingan, Macan Putih hanya memperoleh dua poin dan nangkring di posisi 10. Imbang tampa gol lawan Persisam pada pertandingan pertama, Persik kembali gagal memuaskan pendukungnya ketika kembali bermain seri lawan Bontang FC, 2-2.

Musim ini Persik memang tampil seadanya. Meski mendatangkan Pato Morales dari Arema, namun kehilangan bintang-bintang seperti, Ronald Fagundes, Hamka Hamzah dan M Roby membuat Macan Putih kehilangan taring. Belum lagi masalah internal yakni pergantian pelatih dari Edy Paryono ke Gusnul Yakin.

Jika masih ingin bertahan di kasta tertinggi sepakbola nasional ini, Persik Kediri harus melakukan evaluasi. Gusnul mempunyai pekerjaan rumah yang cukup rumit, yakni bagaimana memadukan duat Saktiawan Sinaga dengan Pato. Selain itu, Ketua Umum Persik, dr Samsul Ashar harus segera menemukan formula agar anak asuhnya bermain greng.

Selain bersaing di klasemen, dua tim Jatim, Persela dan Persebaya juga bersaing untuk urusa El Pichichi atau topskor. Gelandang asing Persela, Martins Zada masuk dalam bursa pemain tersubur setelah mengkoleksi tiga gol dalam dua pertandingan. Selain Zada, pemain Persebaya, Andi Odang juga merangkumkan tiga gol. Hebatnya, tiga gol Odang diborong ketika Bajul Ijo pesta gol ke gawang Persisam Samarinda.

Memang terllau dini untuk menentukan siapa yang terbaik di Jatim dan Superliga. Namun catatan ini hanya sebagai rapor agar pelatih masing-masing klub tahu, apa dan bagaimana tindakan yang harus diambil agar tidak menjadi pecundang di Superliga. Semoga untuk musim ini tampuk juara Superliga 'pulang' ke daerah yang diklaim sebagai barometer sepakbola Indonesia.[sya/bjo]
Copas dari Beritajatim.com

Salam Satu Nyali!

Minggu, 18 Oktober 2009

Andi Odang Hattrick, Persebaya Tekuk Persisam



VIVAnews - Persebaya tampil perkasa di kandang sendiri. Melawan tamunya Persisam Samarinda, Minggu, 18 Oktober 2009, Bajul Ijo menang telak 5-2 (1-0).

Yang menjadi bintang Persebaya pada partai yang digelar di Gelora 10 Nopember Tambaksari ini adalah Andi Odang. Ia mencetak hattrick lewat gol-golnya pada menit 49, 68 dan 76.

Dua gol tim asuhan Danurwindo lainnya dicetak oleh  Corinus Fingkreuw pada menit ke-7 dan Josh Maguire  (54). Sedangkan dua gol balasan Persisam dicetak oleh Ronald Fagundez (52) dan Agung Suprayogi (89).

Persisam 10 pemain
Satu-satunya gol di babak pertama diciptakan oleh Corinus Fingkreuw pada menit ke-7. Gol ini tercipta dengan apik berkat kejelian Corinus mencari ruang kosong. Ia menerima umpan tendangan bebas Josh Maguire dan dengan sekali gocek, Corinus mengecoh kiper Mukti Ali Raja. Skor 1-0.

Serangan demi serangan diluncurkan oleh kedua tim di pertandingan yang disiarkan langsung oleh antv ini. Namun tak ada yang berbuah gol. Penyerang Persisam Agung Suprayogi punya beberapa peluang emas namun gagal menyamakan kedudukan.

Sejak babak ke-33, Persisam harus main dengan sepuluh pemain. Wasit Djajat Sudrajat memberikan kartu kuning kedua buat M Roby yang mengasari Supriyono. Hingga jeda skor tetap 1-0 bagi Persebaya.

Di babak kedua Persebaya bermain lebih tenang. Andi Odang membawa timnya unggul 2-0 di menit 49 memanfaatkan umpan Supriyono. Persisam sempat memperkecil ketinggalan di menit 52 saat Fagundez memanfaatkan bola muntah hasil tendangan penaltinya sendiri. Bola rebound hasil tepisan kiper Persebaya Syaifudin jatuh ke kaki Fagundez yang tak disia-siakannya.

Namun gol Fagundez justru membuat Persebaya makin galak. Josh Maguire membawa timnya unggul 3-1 menit 54 dan disusul dua gol Andi Odang (68 dan 76). Persisam mendapat gol hiburan lewat Agung Suprayogi semenit menjelang bubaran.Salam Satu Nyali!

Laskar Ken Arok Tekuk PSPS



VIVAnews - Persema Malang sukses merebut kemenangan pertama mereka musim ini. Bertanding di Stadion Gajayana Malang, Minggu, 18 Oktober 2009, Laskar Ken Arok sukses mengalahkan tamunya PSPS Pekanbaru dengan skor 3-2.

Di 45 menit pertama pada laga yang disiarkan langsung oleh antv ini, PSPS lebih dulu ketinggalan. Gawang Fance Hariyanto jebol saat pertandingan baru berjalan tiga menit.

Jebolnya gawang PSPS ini berawal dari kegagalan lini pertahanan mereka dalam mengantisipasi tusukan sayap kiri Persema, Siswanto. Lewat akselerasinya yang cepat, Siswanto berhasil mengirimkan umpan matang ke jantung pertahanan PSPS. Bola pun langsung disambut Jairon Feliciano.

Usai mencetak gol, justru Persema seakan lebih mudah ditembus pertahanannya. Di menit 15, PSPS bisa menyamakan kedudukan lewat tandukan Herman Dzumafo yang memanfaatkan umpan Agus Cima. Skor 1-1.

PSPS lalu balik unggul di menit 28. Herman berhasil lolos dari kawalan pemain bertahan Persema, Suroso. Dan dengan sekali sontekan, Herman kembali menjebol gawang Persema yang dikawal I Komang
Putra. Saat jeda, skor 2-1 untuk PSPS.

Memasuki babak kedua Persema makin intensif dalam melakukan serangan untuk mengejar ketinggalan. Hasilnya pada menit 49 Brima Pepito menyamakan kedudukan. Sundulan mautnya yang berawal dari umpan Jaenal Ikwan tak mampu ditahan kiper Fance.

Tak puas dengan hasil imbang, Persema yang dilatih Subangkit akhirnya bisa balik unggul. Mereka mendapatkan tendangan penalti setelah pemain bertahan PSPS Banaken Bosoken handsball di kotak penalti. Robbie Gaspar dengan sempurna mengeksekusi penalti. Skor 3-2 bertahan sampai akhir pertandingan.Salam Satu Nyali!

Persisam Sesumbar Lumat Persebaya


Oleh Yuslan Kisra

Persisam samarinda sesumbar bakal mampu  mendulang poin penuh, dengan mengalahkan tuan rumah yang juga sesama tim promosi Superliga Persebaya Surabaya.

Hal itu karena pada pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, Minggu (17/10), tim asal Kalimantan Timur ini mengaku sudah mengantongi kekuatan lawannya tersebut.

"Kami sudah mengantongi kekuatan Persebaya. Maklum karena saya pernah menukangi tim tersebut, sehingga sedikit banyak kekuatan mereka saya ketahui," kata Aji.

"Bukan perkara mudah memang bisa mengalahkan Persebaya di hadapan publik. Terlebih dengan keberadaan Pak Danur (Danurwindo, pelatih Persebaya). Tapi saya tetap yakin bisa meraih poin penuh,"

Masih kata Aji yang merupakan mantan pemain dan pelatih Persebaya ini, hasil imbang skuad timnya di laga sebelumnya memaksa ia harus memaksimalkan kekuatan tim, agar bisa meraih poin yang diharapkan saat menghadapi Persebaya.
goal.com
Salam Satu Nyali!

Bontang FC Paksa Persik Bermain Imbang


VIVAnews - Persik Kediri harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Bontang FC di lanjutan Liga Super Indonesia di Stadion Brawijaya, Sabtu 17 Oktober 2009.
Gol Persik diciptakan Saktiawan Sinaga di menit pertama dan Mahyadi Pangabean di menit 72. Sementara gol Bontang dilesakkan oleh Aldo Bareto di menit 29 dan Satria Feri di menit 36.
Persik yang tertinggal 1-2 lebih dulu di babak pertama, mencoba meredam tempo permainan di babak kedua. Namun Bontang sebagai tim tamu rupanya tidak bisa dibendung begitu saja.

Di menit 55, Anda Hermawan membuka peluang bagi timnya. Dilanjutkan dengan beberapa peluang yang kembali didapat Bareto di menit 61 dan 66. Tapi keduanya masih bisa digagalkan kiper Fauzi 'Toldo'.

Menit 71, Saktiawan gantian melakukan counter attack pada tim tamu. Namun baik dari tendangan keras hingga sontekan pelan, masih belum mampu menaklukkan kiper Sumardi.
Namun serangan bertubi itu akhirnya membuahkan hasil ketika bola menyentuh kaki Mahyadi Pangabean. Putra Sumatera Utara itu melakukan tembakan keras dan sempat membentur pemain belakang FC Bontang.
Kiper Sumardi yang salah membaca arah bola, hanya terperangah saat melihat bola kembali masuk ke dalam jalanya. Gol ini membuat suasana pertandingan kembali memanas.
Pemain-pemain Macan Putih -julukan Persik- mulai bermain kasar, sedangkan punggawa Bontang malah mengulur waktu. Namun hingga wasit Armando Pribadi meniup peluit panjang, skor tetap tidak berubah yaitu 2-2 untuk kedua tim.

Hasil ini ditanggapi suka cita oleh kubu Bontang FC. Pemain tim tamu itu langsung bersorak dan saling berpelukan karena mampu mencuri poin di kandang Persik.
• VIVAnews
Salam Satu Nyali!

Jelang Persebaya Vs Persisam, Aji Santoso: Saya Tidak Akan Main Mata

Sabtu, 17 Oktober 2009 12:43:31 WIB
Reporter : M. Syafaruddin



Surabaya (beritajatim.com) - Pada pertandingan pertama lawan Persik Kediri, Persisam hanya mampu bermain imbang 0-0. Hasil itu membuat publik menduga Persisam sengaja mengalah dengan Persik. Bagaimana tidak, sebagian besar skuad Elang Borneo merupakan mantan punggawa tim asal Kota Tahu itu.

Kini Persisam harus berhadapan dengan Persebaya, Minggu (18/10/2009) di stadion Gelora 10 Nopember besok malam. Pertandingan akan berlangsung sangat seru, sebab pelatih Persisam, Aji Santoso merupakan legenda hidup bagi Bajul Ijo.

Ketika masih berstatus pemain, Aji pernah membawa Persebaya juara Ligina untuk pertama kalinya pada tahun 1997. Saat itu, Aji lah kapten sekaligus motor Bajul Ijo. Aji juga dianggapsebagai dewa penyelamat karena telah meloloskan Persebaya ke Superliga melalui drama babak playoff lawan PSMS Medan.

Meski punya keterkaitan emosi yang kuat dengan Persebaya. Namun Aji berjanji akan profesional. "Saya tidak pernah menodai perkerjaan saya sebagai pelatih. Kini saya melatih Persisam, tentu saya harus mati-matian bela klub saya. 100 persen saya akan bela Persisam," kata Aji kepada beritajatim.com, Sabtu (17/10/2009) pagi tadi.

Tak hanya Aji yang pernah bermain dan singgah di Persebaya. Dua pemain Persisam, yakni Danilo Fernando dan Hamka Hamzah juga pernah merasakan atmosfer Kota Surabaya. Khusus untuk Danilo, mantan pemain Petrokimia Gresik itu pernah membawa Bajul Ijo juara Ligina tahun 2004 silam.[sya/ted]

copas dari bejat.com

Salam Satu Nyali!
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket