Jumat, 20 Mei 2011

Gerakan Pencerahan Arek-Arek Bonek

KINI telah tumbuh gerakan pencerahan di kalangan arek-arek Bonek. Jaringan itu menyebar di Surabaya, Jogjakarta, dan Jakarta. Mereka adalah anak-anak muda yang berusia antara 20 sampai 30 tahun. Mereka tidak rela arek-arek Bonek selalu dipojokkan dalam konotasi negatif.

Sebelum landing ke Bandara Bonek, kami ingin menjelaskan mengapa beberapa tulisan kami di sportjatim.com bertemakan Bonek?

Pertama, Bonek adalah pelopor gerakan tret-tet-tet ke Senayan Jakarta era Green Force Persebaya Divisi Utama PSSI Perserikatan 1986/1987 silam. Waktu itu, belum ada satu kubu suporter pun yang tret-tet-tet secara terorganisasi mengiringi tim kesayangannya melakoni babak Enam Besar Divisi Utama Perserikatan. Waktu itu, hanya Bonek yang go to Senayan dengan mengenakan busana kebesaran berupa kaos warna hijau dengan gambar atau logo Wong Mangap (orang berteriak penuh semangat dan keberanian).Memang, waktu itu belum ada julukan Bonek. Mereka dikenal dengan nama para suporter Green Force Persebaya. Pelopor dari gerakan tret-tet-tet ini adalah Jawa Pos, lebih tepatnya adalah Pak Dahlan Iskan yang sekarang menjadi Big Boss Jawa Pos & Group.

Waktu itu, Jawa Pos membuat ribuan kaos berlogo Wong Mangap, dan dijual dengan harga murah. Seingat kami pada 1987 itu seharga Rp 1.000 per potong kaos. (Harga rokok Gudang Garam kretek isi 10 masih Rp 300 per pak). Pendek kata, Senayan dihijaukan oleh arek-arek Suroboyo. Mereka membentang spanduk raksasa yang digantungkan di atas tribun timur dan barat. Luar biasa! Sayang, di final Persebaya kalah 0-1 oleh PSIS Semarang. Namun, semuanya berjalan tertib, tidak ada kerusuhan apa pun.

Usai final, beberapa suporter Green Force menyalami Syamsul Arifin dan kawan-kawan. Ada yang bilang: ’’Ojo sedih Cak. Tahun ngarep insya Allah Persebaya juara!’’

Tembusnya Persebaya ke babak final pada 1986/1987 sudah merupakan gebrakan yang luar biasa. Sebab, pada musim kompetisi 1985/1986 Persebaya terpuruk di peringkat ke-9 dari seluruh (10) klub Divisi Utama. Raihan terburuk sepanjang sejarah Persebaya kala itu. Itulah sebabnya Pak Dahlan Iskan, waktu itu masih Pemimpin Redaksi Jawa Pos, mengundang parar tokoh sepak bola Surabaya untuk merumuskan solusi kebangkitan kembali Persebaya. Bang Moh – sapaan akrab Mohammad Barmen, Pak Tiyanto Saputra dan tokoh-tokoh lainnya sarasehan di ruang redaksi Jawa Pos, di lantai 2 Kantor Jawa Pos di Jalan Kembang Jepun. Setelah itu Pak Dahlan pergi ke Inggris untuk mengamati Premier League Inggris, termasuk perilaku para suporternya. Sepulang dari Inggris itulah ide tret-tet-tet dengan kaos kebesaran dan slayer suporter Green Force Persebaya muncul! Logo Wong Mangap kali pertama diciptakan oleh Mister Muhtar, desainer grafis Jawa Pos. Loga pertama bercorak ekspresionis. Kemudian diubah pada musim kompetisi 1988/1989 dengan Wong Mangap bercorak naturalis seperti yang kita lihat sampai sekarang. Dan, sejak itu pula julukan Bonek dilansir oleh redaktur olahraga Jawa Pos, termasuk oleh saya sendiri sebagai redaktur olahraganya.

Istilah Bonek, seperti yang kami singgung dalam tulisan sebelumnya, dimaksudkan untuk mewarisi karakter pejuang nan pemberani dan pantang menyerah dari kakek moyang arek-arek Suroboyo pada tahun 1945. Peristiwa heroik dan bersejarah yang melahirkan Hari Pahlawan 10 Nopember! Semangat berani karena benar, pantang menyerah, tali duk tali layangan, awak situk ilang-ilangan itulah yang harus menitis dalam jiwa dan perilaku Bonek sepanjang zaman!

Bahwa kemudian dalam perjalanannya terjadi berbagai kerusuhan yang disebabkan oleh ulah Bonek, sungguh hal ini sangat memprihatinkan bagi seluruh warga Surabaya. Karena itu, sekarang bukalah lembaran sejarah baru: Bonek yang pro fair play, yang cinta damai, anti anarkisme, dan pembela sejati Green Force Persebaya!

Itu tadi secuil flash back perjalanan sejarah Bonek.

Kedua, kami melihat adanya ketidakadilan dari perlakuan media massa terhadap Bonek. Prinsip-prinsip cover both side dan balancing sepertinya telah diingkari oleh media massa. Barangkali, kami bisa dikatakan melakukan pleidoi (pembelaan) terhadap arek-arek Bonek. Maka, kami pun akan menjawab: ’’Ya!’’

Ketika arek-arek Bonek melakukan kerusuhan, beritanya diposisikan sebagai head line (HL) dengan foto besar-besar. Padahal, sebenarnya kita belum tahu persis siapa yang memicu kerusuhan. Misalnya saling lempar antara Bonek dengan warga Jawa Tengah. Siapa yang bisa membuktikan bahwa pelempar awalnya Bonek, atau sebaliknya pelempar awalnya warga Jateng.

Betapa pun, kita semuanya yang mencintai Persebaya tetap prihatin terhadap kejadian yang sangat tidak diinginkan itu. Di dalam hati kita berdoa: ’’Semoga Allah SWT membimbing arek-arek Bonek menjadi suporter sejati yang layak jadi panutan suporter Nusantara. Jauhkanlah mereka dari tindakan-tindakan emosional yang merugikan nama besar Bonek dan Persebaya. Kembalilah pada semangat Bonek seperti musim kompetisi divisi utama perserikatan 1986/1987. Kobarkanlah kembali heroisme para pejuang kemerdekaan 1945 di Surabaya yang luhur dan mulia itu. Amin.’’

Kerusuhan sebenarnya sudah ada pada 1987/1988 yang dilakukan arek-arek Bonek yang di luar koordinasi Jawa Pos. Kejadian saling lempar dalam perjalanan kereta api yang mengangkut Bonek dari Jakarta pulang ke Surabaya. Waktu itu Jawa Pos pun membayar kerugian yang dialami PJKA sekarang PT KAI sebesar Rp 50 juta.

Nah, ketika belakangan arek-arek Bonek melakukan gerakan pencerahan, menjalin hubungan damai kembali dengan Pasoepati – julukan suporter Persis Solo, gerakan ini tak diberitakan sama sekali. Ketika Arema juara ISL 2009/2010, dan Aremania melakukan pesta juara di Malang, ada sejumlah oknum Aremania yang merusak mobil-mobil berplat L. Tapi, tak lama kemudian, sejumlah Aremania lainnya menghajar sendiri oknum-oknum Aremania yang berbuat rusuh itu.

Keesokan harinya, arek-arek Bonek mencegat mobil-mobil berplat N. Mereka sama sekali tidak melakukan kerusakan, malahan sebaliknya memberikan bunga kepada sang sopir. Firman, yang di akun facebook bernama Bonek Pinggiran Kota menceritakan, waktu itu sopir dan penumpang mobil berplat N sempat ketakutan. Namun, setelah mereka disapa ramah dengan pemberian bunga tanda cinta damai, mereka pun tersenyum.

Peristiwa ini pun sama sekali tidak diberitakan oleh media massa.

Ketiga, secara tidak sengaja kami berkomunikasi dengan sejumlah Bonek. Ada yang dari Jakarta antara lain Andhi Bonek Jakarta, Sawoenggaling Soerabaja, ada yang dari Jogja antara lain Fajar Junaedy, 28 tahun, dosen broadcasting Universitas Muhammadiyah Jogjakarta yang juga Bonek. Ada Dyota, Bonek Pinggiran Kota, Yudha Bonek, Dedy Ambon dari Surabaya.

Ketika berkontak ria soal sepak bola, kami pun terkejut. Ternyata kalimat-kalimat dan pemikiran mereka cerdas. Mereka mencintai sepakbola dan menyayangi klub Persebaya dengan wawasan yang luas.

Di situ kami baru tahu, mengapa mayoritas Bonek lebih pro Persebaya 1927. ’’Kami sebenarnya membela kedua-duanya, baik Persebaya 1927 maupun Persebaya Divisi Utama. Tapi setelah Persebaya Divisi Utama bermain di kandang dengan bantuan penalti-penalti palsu, didukung dengan tindakan wasit yang tidak fair, kami pun kecewa berat. Karena itu sekarang hampir semua Bonek pro Persebaya 1927,’’ kata Yudha Bonek.

Pecahnya Persebaya menyadi Persebaya 1927 dan Persebaya Divisi Utama itu sendiri adalah korban dari pertarungan elite sepak bola nasional. Hanya Persebaya yang terbelah dua! Karena itu, arek-arek Bonek mendambakan kembalinya SATU PERSEBAYA!

Kini, tumbuh lapisan baru arek-arek muda Bonek yang gencar melakukan gerakan pencerahan. Mereka berjuang keras menegakkan kedamaian. Bahkan arek-arek Bonek Jakarta dan Jogja kini sedang membikin Buku Sejarah Bonek. Fajar Junaedy dari Jogja juga membuat VCD Sejarah Bonek. Dia telah mewawancarai pencipta logo Wong Mangap, yaitu Mister Muhtar dan Budiono, termasuk kami sendiri dan beberapa saksi sejarah tret-tet-tet 1986/1987. Mereka adalah anak-anak muda intelek, kreatif, mempelajari berbagai pengetahuan tentang sepak bola dengan rajin membuka situs. Mereka berdebat dengan rasional dan dengan hati yang dingin. Semoga gerakan pencerahan arek-arek Bonek ini menemukan puncak yang gemilang. Hal ini ditandai dengan semakin ramah dan sportifnya arek-arek Bonek di mana pun berada.

Perlu diingat, soal kerusuhan suporter bukan hanya Bonek yang melakukan. Berbagai fakta menjadi bukti. Kubu-kubu suporter lain pun melakukan kerusuhan. Mungkin lebih tepat disebut oknum-oknum, bukan kubu suporter secara keseluruhan. Bahkan suporter di negara yang maju dan menjadi nenek moyangnya sepak bola pun, kerusuhan suporter masih saja ada. Semoga pejuangan lapisan muda intelektual Bonek itu menuai hasil gemilang. Amin.*

Slamet Oerip Prihadi (Sportjatim.com)

Selasa, 17 Mei 2011

Perjalanan Persebaya putaran pertama mengarungi kompetisi 2011

Sulit rasanya untuk menentukan pemain bintang dalam laga persebaya 1927 Vs persema sore (15/5) 2011. Semua bermain bagus.dari endra sampai Andrew barisic di depan.permainan cepat umpan satu dua sentuan berhasil dijalankan sesuai instruksi pelatih aji santoso. Memang dari awal aji ingin mengembalikan ciri khas permainan persebaya. Hal ini terlihat dari komentar beliau saat di tunjuk menjadi assisten timnas U-23.


''Saya dan Ibnu sudah capek-capek membangun skema Persebaya dengan ciri khas arek suroboyo, main satu dua sentuhan dengan pergerakan cepat. Kalau ada pelatih baru tentu pola main dan strategi yang diterapkan bakal berubah, bukan saya iri dengan pelatih baru,'' akunya.
Pengalaman menjadi kapten dan punggawa persebaya saat juara ligina III mempermudah aji untuk mengembalikan ciri khas persebaya.satu dua sentuan dan serangan dari sayap.

Persebaya 1927 reinkarnasi persebaya ligina III??

Terlalu dini untuk menyebut sebagai reinkarnasi persebaya ligina III. Karena kompetisi baru hampir setengah musim,dan gelar juara belum di genggam. Tetapi kita bisa lihat ada beberapa kemiripan.dalam cacatan saya:


1. Persebaya sering menang dengan skor besar.
Pertandingan baru berjalan 17kali persebaya 1927 sudah memasukkan goal 42(rata-rata 2,47) dan gawang persebaya kemasukkan 13 goal(rata-rata 0,76).Saat ligina III dengan system dibagi 3 wilayah(11klub tiap group). Di akhir babak penyisian persebaya dengan 20 kali pertandingan memasukkan 62 goal(rata-rata 3,1) dan kebobolan 18 goal (1,12).Hal yang membedakan jumlah goal persebaya di ligina III kebanyakan berasal dari duet jacksen – Reinald Pieters. Tahun ini pencetak goal cukup merata.dari duet barisic(8)-wirahadi(6),juga rendy(6) dan andik(5) di barisan tengah cukup produktif. Tak ketinggalan dutra(4) pemain belakang yang jago bola-bola mati.

2. Fighting spirit.
Melihat pertandingan lawan persema kemarin. Saat dutra mendapatkan peringatan dari wasit karena bersitegang dengan reza mustofa yang dengan sengaja menendang kaki cvetkovski. Membuat saya kembali teringat dengan khairil “pace” anwar. Yang tidak segan-segan bersitegang atau bahkan adu jotos melihat rekannya di kasari. Credit lebih juga untuk bara, bersitegang dengan benoit lang yang berujung kartu kuning. Satu lagi catatan saya tentang bara, profesionalisme dia. Kamis jam 13.50 keluar dari RS krn keracunan,jam 14.40 dia langsung bersiap untuk latihan. Angkat topi juga untuk coach aji,dengan kondisi badan belom fit setelah sakit typus. Aji nekad berada di pinggir lapangan pimpin latihan pemain.

3. Kedekatan emosi antara pemain – bonek.
Setelah sempat hilang beberapa tahun terakhir. Baru tahun ini saya melihat kembali selebrasi goal pemain yang melibatkan emosi bonek. 2 goal andik saat di tangerang,langsung berlari ke belakang gawang tempat bonek berada dan dengan tangan di tempelkan di kening. Menandakan dia menghormati pengorbanan bonek yang datang langsung ke tangerang,tak gentar melewati daerah basis supporter rival. Dan sempat ada yang korban jatuh di kereta api saat keberangkatan. Terbaru bara yang baru sembuh dari sakit,begitu mencetak goal ke dua langsung berlari menuju belakang gawang selatan sambil mengangkat spanduk bonek yang tergeletak di rumput. Suatu kejadian yang mengingatkan selebrasi jacksen dkk di ligina III. Hormat kepada pemain yang mencetak goal, mengusap sepatu pemain yang mencetak goal,atau berbaris seperti sebuah rangkaian kereta api.

4. Keharmonisan team.
Musim ini tidak ada lagi terdengar pemain saling menyalahkan seperti tahun kemarin. Atau pemain tidak mempercayai pelatih seperti era gildo. Juga tak ada lagi nada sumbang bonek ke pelatih seperti era suhatman iman,ibnu graham dan danurwindo. Musim ini pemain pun tidak pernah mengeluh soal gaji seperti era bejo dkk yang meninggalkan team karena menolak rekonsiliasi gaji.



Managemen yang kurang komunikatif

Ketika pemain, pelatih, dan juga penonton mendapat acungan jempol. Justru dari managemen mendapatkan raport MERAH.

1.CEO Llano mahardika.

Kurang komunikasi.
Saat awal-awal liga saya pernah Tanya harga A-board di pinggir lapangan. Harapan saya bisa membantu keuangan klub tepat langsung ke sasaran di era sepakbola tanpa apbd. Sampai sekarang pertanyaan saya di tidak pernah di tanggapi.

Solo run.
Persebaya klub pertama yang menyatakan siap berlaga di LPI. Dibentuk jauh hari sebelum klub-klub baru muncul seperti bandung FC. Tetapi untuk urusan marquee player kalah start di banding bandung FC. Yang menggelikan orang yang berjasa mendatangkan Lee Hendrie ke bandung FC adalah Llano. Janji Llano untuk mendatangkan MP dari nama diego Tristan, paolo wanchope ,Alexander zicker hanya bualan belaka.



2. Panpel

Calo
Masalah calo tiket merupakan penyakit lama yang selalu kambuh saat pertandingan besar. Seperti tidak bekaca pada pertandingan lawan arema musim kemarin, juga pertandingan lawan Jakarta FC musim ini. Kembali calo – calo bergentayangan saat pertandingan melawan persema. Mau sampai kapan masalah calo ini selesai? Apa masih ingin melihat ryan-ryan yang lain. Sekedar mengingatkan ryan bonek jember dating ke Surabaya menonton pertandingan lawan arema. Membawa uang cukup untuk transportasi dan tiket. Sampai di stadion dia terpaksa beli tiket di calo. Uang untuk ongkos pulang terpaksa di pakai. Akibatnya dia pulang naik KA tanpa membeli tiket. Apesnya ketemu polsuska SARAP bernama NANANG, dipukuli hingga mengalami gegar otak.

GBT stadion megah yang tak kunjung dipakai
Sangat miris mendengar statement panpel saat persebaya sampai sekarang gagal berhome base di GBT. Selain karena belom ada dasar hukum tariff sewa stadion,alasan lain karena panpel ragu pengeluaran lebih. Mengingat jumlah pintu stadion yang banyak,tentu membutuhkan lebih banyak tenaga pengamanan dan penyobek tiket. Alasan yang buat saya mengada – ada. Karena dengan kapasitas GBT 2x dari G10N tentu pemasukan dari tiket lebih banyak, dan biaya pengeluaran lebih tadi bisa tertutupi. Tentu disini panpel harus cermat menentukan laga pertandingan. Melawan klub seperti persibo, Jakarta fc, solo fc, persema harusnya di GBT. Untuk putaran ke II nanti mungkin laga lawan PSM, solo FC,semarang united, dan Batavia union layak dilaksanakan di GBT.
Stadion Kuil Suci supporter, tempat berekspresi.

Mendengar kabar panpel akan merazia spanduk, membuat saya kembali teringat AFF 2010 di Jakarta. Llano seperti Nurdin Halid kedua, Anti kritik. Di AFF saya hanya melihat pertandingan awal lawan Malaysia. Itupun hanya babak pertama setela itu pulang. Di final ketemu Malaysia kalo tidak di seret – seret tetangga kost yang wartawan foto media nasional mungkin saya tidak akan melihat di dalam stadion. Selebihnya saya memilih datang kestadion tetapi hanya menonton di layar lebar.
Kritikan terhadap managemen adalah hal yang wajar. Dan “jancok” memang kata – kata khas arek suroboyo. ini masalah persebaya, arek suroboyo,dengan kata khas suroboyo. GO TO HELL prosedure LPI!!.Apa bedanya dengan bentangan spandung pendukung MU “Love MU, Hate Glazer” atau “ We Want Glazer Out!”

Panpel Persebaya Coba 'Lindungi' Llano?



3. Saleh Ismail Mukadar

Saya bisa mengerti kesibukan beliau di Jakarta. Saya juga bisa mengerti alasan beliau yang tidak lagi berada di jajaran managemen sebagai pengelolah. Tetapi dengan *0% saham di PT.PI (meski atas nama ketum disitu jelas tertulis komisaris utama saleh ismail mukadar) dan *0% di saham PT.PPI harusnya sebagai pengurus SIM lebih tanggap dan proaktiv terhadap managemen yang memble.



4.Bonek

CLBK bonek dan pasoepati mewarnai perjalanan persebaya musim ini. Hubungan Bonek dan pasoepati yang sempat renggang kini harmonis. Hal ini di tandai dengan kedatangan pasoepati ke Surabaya dalam tajuk “tour de Surabaya part II”. Hal yang sangat menarik dalam catatan saya. Sebagian dari pasoepati yang datang ke Surabaya adalah dr ultras, hal ini tentu “tidak wajar”. Mengingat ultras pasoepati hanya pendukung persis solo, dan tidak menonton solo FC. penjelasan dari pasoepati yang saya kenal menjawab keheranan saya.

“kami datang untuk mengunjungi saudara kami bonek”.

Musim ini bonek juga dikenal ikut mendobrak rezim nurdin, nirwan, nugraha. Mulai dari charity games di GBT untuk menghormati jasa Rusdy Bahlawan yang terkena stroke,kongres PSSI di bali, Sampai pendudukan kantor PSSI di senayan oleh semua supporter Indonesia.

Selain kritis ke PSSI. Musim ini pun diwarnai kritis bonek ke managemen persebaya. Setelah komunikasi gagal, demo di mess Llano malah buru-buru kabur ke bandara. Arek-arek pun melakukan aksi protes “ala bonek”. Beredar rumor saat persebaya bertanding lawan persema kemarin. Bonek sengaja bernyanyi menghujat. Hal ini di sengaja agar panpel dikenai denda, nyanyian rasis sebagai bentuk perlawanan bonek ke managemen dan panpel(menjawab pertanyaan saya setelah beberapa pertandingan intensitas nyanyian rasis menurun,tiba-tiba saat lawan persema meningkat). Bonek melawan Managemen yang kurang komunikatif, dan panpel yang kurang berhasil menghadapi calo tiket. Entah sampai kapan perlawanan ala bonek ini berlangsung.



Harapan di putaran ke II

Permainan Persebaya bisa konsisten sampai akhir musim dan menjadi kampiun LPI edisi perdana. Seandainya nanti Jesper Blomqvist benar – benar di kontrak persebaya saya berharap tidak merusak irama team yang sudah solid.
Bara bisa terus konsisten dengan penampilannya. Dan menjadi top score seperti jacksen. Pemain ini mendapat tempat di hati saya. Setiap mencetak goal selalu mencium badge persebaya di dada. Dan tak jarang menghampiri penonton untuk bersama-sama merayakan goal. Mungkin memang sudah menjadi karakter dia untuk mencintai klub yang mengontraknya(lihat video saat masih memperkuat gold coast di bawah). Saya berharap bara di pertahankan musim depan. http://www.youtube.com/watch?v=sFo--TEsXMg
Panpel bisa meminimalisasi calo tiket sehingga di kemudian hari tidak terjadi lagi kejadian yang menimpa ryan bonek jember.
Llano bisa lebih berkomunikasi, lebih aktiv lagi di persebaya dan sering –sering berada bersama team di Surabaya. Sering-seringlah berkomunikasi,kesibukan bukan alasan. Di beberapa kesempatan saya sering melihat CEO-CEO tim lain berdiskusi di FB.
GBT segera di pakai menjadi homebase persebaya.


SS bonek jakarta

Jumat, 16 Juli 2010

Bonek Bergerak ke Palembang

Kamis, 15 Juli 2010 20:00:14 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan

Surabaya (beritajatim.com) - Mendukung tim di saat juara itu hal biasa. Tapi tak gentar mendukung tim di saat terpuruk, itu baru luar biasa. Dan itulah yang ditunjukkan oleh Bonek, suporter Persebaya Surabaya, menjelang laga Tim Bajul Ijo di kandang Sriwijaya FC, Jumat (16/7/2010).

Informasi yang diterima beritajatim.com, Bonek dari berbagai kelompok mulai bergerak ke Palembang, baik yang terkoordinasi maupun tidak. Ini sama seperti saat Persebaya dalam posisi kritis bertandang ke Bontang, melawan Bontang FC di Liga Super. Para Bonek Jakarta nekat berangkat bersandal jepit ke Kalimantan dengan pesawat, untuk memberikan dukungan kepada Andik Vermansyah dan kawan-kawan. Dari Surabaya, Bonek dari kelompok BFC dan Boms dikabarkan berangkat dengan kereta api dan langsung bersambung dengan bis ke Palembang. Ada pula yang dari Jakarta memilih naik pesawat menuju Kota Pempek.

Sementara itu, Bonek Jabodetabek yang berdomisili di Ibu Kota dan Bonek Cilegon juga mulai bergerak dengan bis. Rata-rata para Bonek ini bekerja di sektor swasta, kuliah, dan ada yang baru lulus sekolah. Sebagian memilih bersendal jepit sebagai ciri khas Bonek. "Mereka ada yang sangu kaos untuk dijual di perjalanan," kata Hanafi. salah satu dedengkot Bonek Jabodetabek, Kamis (15/7/2010) petang.

Rencananya para Bonek ini menginap di mess kelompok suporter Sriwijaya FC, Simanis. Bonek dan pendukung Sriwijaya memang tak bermusuhan. Saat Persebaya bertandang ke Palembang dalam Liga Super Indonesia, puluhan Bonek juga hadir. "Kami berharap Persebaya bisa mencuri poin. Seri saja cukup," kata Hanafi.

Para Bonek menitipkan pesan untuk para pemain Persebaya. "Main yang ngeyel. Tidak ada alasan loyo karena belum gajian. Arek Bonek berangkat ke Palembang juga tidak dibayari siapa-siapa. Bersyukurlah dengan rejeki yang ada sekarang. Mari berjuang agar Persebaya lebih berprestasi," kata Hanafi. [wir]

sumber : beritajatim.com

Rudy Keeltjes: Asal Tidak Kalah

Jum'at, 16 Juli 2010 11:30:45 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Menjelang pertandingan lawan Sriwijaya FC dalam babak 8 besar Piala Indonesia, Jumat (16/7/2010) nanti sore, skuad Persebaya Surabaya kedatangan tamu istimewa, yakni manajer I Gede Widiade. Gede bakal menemani Bajul Ijo saat berlaga di stadion Gelora Jaka Baring. Mereka pun optimis bisa mencuri gol dari Laskar Wong Kito.

Kehadiran pria yang berprofesi sebagai pengacara ini seolah menjadi obat penyemangat bagi Andik Vermansyah cs. Hal itulah yang diakui pelatih Persebaya, Rudy William Keeltjes. Meski tidak menjanjikan bakal mengucurkan bonus, tapi menurut Rudy kehadiran Gede sangat bermanfaat untuk meningkatkan motivasi timnya.



"Adanya Pak Gede membuat mereka sedikit gembira. Sebab sekecil apapun bentuk perhatiannya, itu sangat berharga bagi pemain," kata Rudy saat dihubungi beritajatim.com siang ini.

Menurut Rudy, hingga empat jam sebelum pertandingan, ia mengaku kondisi timnya sudah siap tempur. "Selama mereka menerapkan apa yang saya berikan di Surabaya, saya yakin mereka akan menjadi tim yang kuat. Saya minta ketika mereka melupakan faktor non teknis ketika masuk lapangan," sambungnya.

Hanya saja Rudy masih sedikit risau. Sebab salah satu pemain andalannya, John Tarkpor dipastikan absen karena sakit malaria. Meski ia sudah menyiapkan penggantinya, yakni pemain muda, mungil dan lincah, Andik Vermansyah.

"Bagaimanapun tanpa Tarkpor kita cukup rugi. Karena dia selama ini yang kita persiapkan sebagai ujung tombak. Tapi saya berharap Andik mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Biar nanti dibantu Supriyono atau Mat Halil," harap pria keturunan Madura - Belanda ini.

Terakhir, meski tidak mematok target khusus, namun ia ingin timnya bermain maksimal dan mendapatkan hasil yang maksimal pula. "Saya tidak mau memasang target, sebab nanti dibilang takabbur. Tapi saya hanya ingin mereka tidak kalah. Bisa jadi imbang atau menang," tutupnya.[sya/ted]
sumber : beritajatim.com

Selasa, 25 Mei 2010

Tur Borneo, Persebaya Nekat Boyong Anang-Tarkpor

Senin, 24 Mei 2010 18:42:58 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Rombongan Persebaya Surabaya bertolak ke Kalimantan Timur (Kaltim), Senin (24/5/2010) malam ini. Dari 20 pemain yang dibawa ke Kaltim, pelatih Rudy William Keeltjes menyertakan dua nama, yakni John Tarkpor dan Anang Ma'ruf.

Padahal dua pemain ini baru saja sembuh dari cedera. Menurut Rudy, meski belum 100 persen sembuh, namun ia terpaksa membawa Anang dan Tarkpor. Sebab dua pelapisnya, Jeon Byung Euk dan Satrio Syam tidak bisa main. Jeon mengalami cedera, sedangkan satrio akumulasi kartu kuning. "Keduanya sudah ikut latihan. Tapi tidak tahu apakah turun atau tidak, tergantung kondisi terakhir besok," kata Rudy.Selain Jeon dan Satrio, empat pemain lain yang tidak dibawa adalah, Wimba Sutan, Korinus Fingkreuw, Erfan Hidayatullah dan Sofi Hermawan. Tidak disertakannya Korinus memang cukup mengejutkan. Sebab mantan pemain Sriwijaya FC ini sering dijadikan pelapis utama bagi duet Pato Morales dan Andi Oddang.

Manurut asisten pelatih, Ibnu Grahan, Korinus memang sengaja ditinggal. "Karena ia kalah bersaing dengan striker lainnya," tandas Ibnu. Ternyata, yang dimaksud Ibnu adalah Andik Vermansyah. Pemain mungil ini sedang dalam kondisi terbaiknya. Andik selalu bermain memukau ketika diberi kesempatan sebagai starter.

"Andik memang kondisinya lagi bagus. Ia bisa menjadi alternatif di lini depan. Selain itu kita juga masih punya Oddang dan Pato," tutup Ibnu.

Menurut jadwal, tim pertama yang akan dihadapi Persebaya dlaam tur Borneo adalah Persisam Samarinda. Kedua tim akan bertemu di stadion Segiri, Rabu (26/5/2010) besok lusa. Sebagai pertandingan terkahir, Bajul Ijo away ke markas Bontang FC, Minggu (30/5/2010) mendatang. [sya/kun]
sumber : beritajatim.com

Rabu, 10 Maret 2010

Selamat Tinggal Piala Dunia Indonesia 2022

VIVAnews - Usaha Indonesia untuk menjadi calon tuan rumah Piala Dunia 2022 kandas di tengah jalan. FIFA telah mencoret Indonesia sebagai salah satu kandidat yang sebelumnya bersaing dengan sepuluh kandidat lainnya.

"Saya sudah mendengar hal ini tapi belum mendapatkan surat resmi dari FIFA. Biasanya dua hari setelah keputusan suratnya baru kita terima," kata Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes ketika dihubungi VIVAnews, Rabu, 10 Maret 2010.

Pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah belum mendapatkan dukungan dari pemerintah. Menkokesra Agung Laksono awal Februari 2010 mengatakan pemerintah saat ini masih fokus kepada prestasi sepakbola nasional. Mengenai pencalonan tuan rumah PD 2022 menurutnya masih butuh waktu untuk mengkajinya lebih jauh.

Surat jaminan pemerintah yang tak kunjung keluar inilah yang dinilai menjadi salah satu hal yang membuat Indonesia terlempar dari persaingan.

"Nanti ketua umum (Nurdin Halid) yang memberikan keterangan lengkap soal hal ini. Waktunya belum tahu. Dia masih di Australia," kata Nugraha Besoes.

Indonesia dalam pencalonan menjadi tuan rumah akan bersaing dengan delapan calon tunggal lainnya, yakni Qatar, Inggris, Australia, Jepang, Amerika Serikat, Korea dan Rusia serta Amerika Serikat.

Sedangkan dua lainnya adalah tuan rumah bersama, yakni Spanyol-Portugal, Meksiko dan Belgia-Belanda.
sumber : vivanews.com

Selasa, 09 Maret 2010

Tim Anyar Persebaya Terbentuk

Selasa, 09 Maret 2010 07:19:34 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Melihat hasil uji coba, Senin (8/3/2010) lawan PS Fajar dan Surabaya Muda (SM) nampaknya skuad anyar Persebaya usai pencoretan tiga pemain asing sudah terlihat. Diantara tiga nama baru dua diantaranya kemungkinan menjadi pemain inti.

Dua pemain itu adalah Patricio Morales dan Juan Marcelo Cirelli. Pato - sapaan Patricio - nampak klop dengan striker utama Bajul Ijo, Andi Oddang. Pada pertandingan kemarin sore, tiga dari empat gol saat melawan PS Fajar disumbangkan dua pemain ini.

Meski hanya mencetak satu gol, namun penampilan striker 33 tahun itu cukup menawan. Nilai plusnya, meski dirinya adalah seorang ujung tombak, namun ia tidak egois. Terbukti ia mau membagi bola dengan tandemnya, Oddang atau pengatur serangan, John Tarkpor.

Sedangkan Marcelo langsung 'nyetel' bersama Nugrono Mardiyanto dan Taka Uchida. Ketiganya di plot sebagai trio bek Persebaya. Penampilan pemain Argentina itu juga cukup bagus.

Selain taktis, Marcelo juga cermin seorang bek yang disiplin dalam menghalau bola.

Perubahan paling mengejutkan adalah penempatan Djayusman Triasdi sebagai wing back kanan menggantikan posisi Anang Ma'ruf. Padahal selama ini Djayusman adalah satu diantara tiga bek inti Persebaya selama dibesut Danurwindo. Tapi di tangan Rudy posiisnya bergeser.

"Kamu bersyukur karena punya pemain yang serba bisa. Kalau ada pemain yang hanya bisa satu posisi saja, ya minggirlah dia," tandas Rudy, Selasa (9/3/2010).

Untuk barisan lini tengah, selain ada nama Djayusman sebagai wing back kanan, untuk posisi kiri tetap menjadi milik Mat Halil. Dan tiga pemain lainnya adalah, John Tarpor, Taufiq dan Wijay.

"Si Tarkpor adalah tipikal pemain pembunuh. Bagitu dia dapat bola ia akan mengancam gawang lawan," sambungnya.

Sebagai tukang gedor, Rudy mempercayakan pada duet, Oddang dan Pato. Masuknya Pato membuat striker lokal, Korinus harus rela posisinya turun sebagai pemain pengganti.

Sedangkan pemain asing asal Korea Selatan (Korsel), Jeon Byung Euk hanya menjadi tim cadangan.

Tapi besar kemungkinan gelandang bertubuh kurus itu akan masuk ke tim ini. Sebab saat ini Rudy masih menunggu ITC mantan rekan Taka di klub Liga Singapura, Super Reds ini yang masih belum jadi.

"Bisa saja. Dia adalah tipikal playmaker. Kalau si Taufiq dia adalah tukang angkut, pekerja keras," pungkasnya.[sya/ted]
sumber : beritajatim.com

Senin, 08 Maret 2010

Gelora Bung Tomo Kandang Persebaya Musim Depan

Senin, 08 Maret 2010 19:52:21 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Kandang buaya teranyar, Stadion Utama Gelora Bung Tomo (SUGBT), akan segera bisa dinikmati Persebaya Surabaya. Sebab stadion yang dihargai Rp 293 miliar itu sudah masuk 82 persen proses penyelesaian. Kemungkinan, stadion yang berkapasitas 50 ribu penonton itu bisa dipakai musim depan.

Enginering Manajer PT Adhi Rekon, Dardi Gunawan, Senin (8/3/2010) mengatakan, stadion tujuh lantai itu didesain khusus untuk Surabaya saja. ''Karena menurut pesanan, stadion ini tidak boleh meniru tempat lain. Jadi kita buatkan khusus untuk Surabaya,'' jelas Dardi.

Selain terdiri dari tujuh lantai dan didesain khusus untuk Surabaya, stadion ini juga memiliki 21 pintu sehingga memudahkan akses untuk masuk ke stadion. Sayang, meski berlabel stadion internasional, namun untuk sektor yang terdapat tempat duduk fiber hanya VIP saja. Itu pun jumlahnya terbatas, yakni 4.600 tempat duduk. Sisanya hanya tempat duduk biasa yang terbuat dari beton.

Keistimewaan stadion ini juga bakal terlihat dari sistem drainase-nya. Dardi mengatakan, sistem yang diterapkan pada SUGBT ini sudah sesuai dengan standard internasional. ''Juga sudah teruji. Selama ini, hujan deras pun tidak masalah karena selama lima menit sudah kering. Jadi tak masalah dengan drainase,'' lanjutnya.

Untuk penerangan stadion, kita tidak akan lagi menjumpai tower-tower lampu yang biasa kita lihat di Stadion Gelora 10 Nopember. Sebab 42 lampu yang total berkekuatan 1200 lux akan terpasang di atap stadion. ''Untuk penerangan kita juga sesuaikan dengan permintaan Persebaya yang ingin penerangannya sesuai stadion internasional,'' tambahnya.

Tak hanya itu, untuk rumput saja, SUGBT mengimpor dari Swadia. Meski begitu bukan berarti stadion mewah ini tidak ada celah. Sebab, mereka punya masalah dalam hal air bersih dan listrik. Meski di dalam stadion sudah disediakan genset berdaya tinggi tapi tetap tidak cukup. ''Karena genset hanya dipakai saat even. Untuk kesehariannya kita usulkan dari PLN, tapi PLN belum ada respon,'' akunya.

Sedangkan untuk air, pihaknya sudah mengusulkan disuplai dari PDAM. Tapi sama seperti PLN, hingga kini belum juga ada tenggapan dari PDAM. [sya/kun]
sumber :beritajatim.com

Sabtu, 06 Maret 2010

Rudy Siapkan Lucky Wahyu Sebagai Pengganti Josh Maguire

Sabtu, 06 Maret 2010 08:39:15 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Kehilangan gelandang enerjik Josh Maguire ternyata tak berpengaruh dengan kinerja tim Persebaya. Sebab, selain sudah mendatangkan pemain asal Korea Selatan, Jeon Byung Euk, pelatih anyar Persebaya juga sudah menyiapkan kader pengganti Josh, yakni Lucky Wahyu.

Meski bukan pemain inti di Persebaya, tapi Josh merupakan salah satu dari pembelian terbaik Persebaya musim ini. Buktinya, ia sudah mencetak tiga gol, dan kesemuanya dilakukan dari jarak jauh. Selain punya tendangan keras, Josh juga pandai dan lihai dalam menggocek bola. Gocekan pemain Australia ini mengingatkan kita pada mantan pemain Persebaya tahun 2007 lalu, Pablo Rojas.

Sayang, pemilik nomor punggung 99 itu harus angkat kaki dari Mess Karanggayam. Faktor utama yang menyebabkan dia harus 'out', tak lain dari kelakuannya sendiri yang sering mangkir latihan. Manajemen pun menganggap Josh sebagai pemain indisipliner. Tak hanya itu, Josh juga tak segan melawan mantan pelatih Persebaya, Danurwindo.

Kehilangan Josh ternyata tak membuat arsitek anyar Bajul Ijo, Rudy William Keeltjes gusar. Ia mengaku sudah punya pemain yang nanti diplot sebagai pengganti Josh. Dua nama mulai mencuat, yakni Lucky Wahyu dan Taufiq. Keduanya merupakan pemain asli binaan Persebaya serta salah satu pemain masa dengan klub asal Kota Pahlawan itu.

''Sebenarnya saya ingin Taufiq yang menjadi playmaker. Tapi posturnya kurang kuat untuk duel dengan lawan. Jadi saya persiapkan Lucky Wahyu,'' kata Rudy, Sabtu (6/3/2010) pagi.

Kedua pemain ini punya naluri menyerang yang sama. Khusus untuk Taufiq, gelandang mungil ini menjelma menjadi motor serangan Persebaya bersama John Tarkpor. Selain lihai menggiring bola, Taufiq juga punya akurasi tendangan yang bagus. Tak heran ia beberapa kali mencetak gol dari jarak jauh, termasuk gol cantiknya ketika lawan Arema Indonesia dan Persib Bandung.

Sedangkan Lucky merupakan gelandang masa depan Persebaya. Usianya yang baru menginjak 19 tahun tak membuatnya diabaikan oleh pelatih Bajul Ijo sebelumnya, Danurwindo. Sama dengan Taufiq, pemain Timnas Indonesia U-23 itu punya spesialisasi tendangan jarak jauh yang keras dan terarah.(sya/eda)
source : beritajatim.com

Jumat, 05 Maret 2010

Urusan Pemain Beres, Rudy Fokus Kompetisi

SURABAYA - Kontroversi seputar ke­salahan nama pemain Korea Selatan (Korsel) yang masuk di Persebaya Surabaya akhirnya terjawab. Eko Subekti, agen yang mendatangkan pemain itu, menyatakan bahwa ada kesalahan penulisan nama. "Ada kekeliruan dalam penulisan nama. Sebenarnya, yang ke Persebaya itu bukan Bu Young-tae, tapi Jeon Byung-euk," jelas Eko kemarin (4/3).

Di sisi lain, Asisten Manajer Persebaya Cholid Ghoromah menegaskan, tidak ada perubahan dengan status Jeon. "Dia sudah res­mi bergabung bersama Persebaya. Jadi, tidak ada masalah lagi," ujar Cholid.

Beresnya masalah tersebut membuat pelatih Persebaya Rudy Keltjes puas. Sebab, sudah sejak awal dia terpikat dengan kemampuan Jeon. "Saya sudah melihat langsung penampilannya. Dia gelandang yang hebat. Saya yakin dengan kehadiran dia, kekuatan Persebaya akan semakin baik," tegas Rudy.

Fokus Rudy sekarang ialah menyiapkan tim untuk lawatan ke markas PSM Makassar pada 14 Maret nanti. Dia ingin masuknya pemain-pemain baru membawa dampak positif bagi performa Persebaya. Selain Jeon, Green Force -julukan Persebaya- menambah kekuatan dengan masuknya Patricio "Pato" Morales (Cile) dan Juan Marcelo Cirelli (Argentina).

"Ini penampilan perdana mereka bersama Persebaya. Jadi, saya harus maksimalkan kemampuan mereka saat melawan PSM nanti," kata pelatih keturunan Belanda tersebut.

Sementara itu, status Persebaya sebagai salah satu tuan rumah penyisihan grup Copa Indonesia 2010 disambut positif manajemen. Harapannya, kondisi tersebut bakal membuka peluang Persebaya untuk meraih hasil terbaik. "Materi pemain yang kami dapatkan di putaran kedua ini cukup bagus. Karena itu, kami upayakan untuk bisa lolos ke delapan besar," ucap Akhmad Munir, sekretaris umum Persebaya, kemarin.

Namun, target tersebut ditanggapi dingin oleh Rudy. Menurut dia, Persebaya lebih baik fokus di kompetisi Indonesia Super League (ISL) daripada berbicara soal target di ajang Copa Indonesia. "Tim ini harus fokus di ISL. Karena itu, saya pikir lebih baik Persebaya kalah di turnamen (copa) daripada jeblok di kompetisi," tandas Rudy. (dik/ca)
sumber : jawapos.com

Kamis, 04 Maret 2010

Kalah dari Persiba, LA Mania Tawuran

Kamis, 04 Maret 2010 21:42:23 WIB
Reporter : Supardi Hardy

suporter rusuh
Lamongan (beritajatim.com) - Kalah dari tamunya Persiba Balikpapan LA Mania julukan siporter Persela Lamongan mengamuk.

Sejumlah suporter terlibat baku hantam usai pertandingan setelah beberapa suporter kecewa dengan kekalahan tim laskar Joko Ti9ngkir tersebut.

Kekacauan memuncak setelah salah seorang suporter membakar atribut LA Mania yang berwarna biru muda tersebut.


Melihat ada yang membakar atribut puluhan suporter langsung mengeroyok dan menggebukinya ramai-ramai hingga mengakibatkan satu orang suporter mengalami luka di bagian hidung.

Petugas kemudian mengamankan tiga orang suporter untu dimintai keterangan di markas kepolisian setempat.

Kasatreskim Polres Lamongan AKP Sutopo saat dikonfirmasi hingga malam ini HP-nya tidak diangkat. [ard/ted]

Sumber : beritajatim.com

Pemain Anyar Bisa Gagal Bergabung

PSSI kembali alpa. Kali ini induk organisasi sepak bola tanah air itu tidak berkomunikasi dengan FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) menyangkut batas waktu pendaftaran pemain asing yang bakal berlaga di Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Rupanya, FIFA sudah menutup transfer windows pada 15 Februari lalu dan PT Liga Indonesia (LI) baru menutup pendaftaran pemain pada 28 Januari lalu.

Akibatnya, pemain asing yang baru didaftarkan oleh klub setelah 15 Februari lalu terancam tidak bisa mendapatkan ITC (international transfer certificate).

Seperti diketahui, mulai tahun ini FIFA memberlakukan transfer matching system (TMS). Yaitu, sebuah manajemen transfer pemain yang didukung perangkat elektronik. Lewat sistem itu, semua perpindahan pemain harus didaftarkan ke FIFA.

Namun, CEO PT LI Joko Driyono menyatakan sudah berkomunikasi dengan PSSI agar menghubungi FIFA. Tujuannya, meminta perpanjangan waktu pengurusan ITC pemain asing yang didaftarkan setelah 15 Februari lalu.

"Kesempatan untuk mengesahkan pemain masih ada. Sebab, pengesahan bisa kapan saja," ujar Joko.

Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar sangat berharap upaya PT LI tersebut membuahkan hasil. "Kalau tidak berarti, sia-sia saja upaya kami selama ini," ujar dia.

Di sisi lain, masalah rumit yang mengiringi tahap perombakan pemain asing Persebaya belum berhenti. Setelah kasus kesalahan komunikasi dengan Ngon a Djam yang didepak, kini Persebaya bermasalah dengan pemain baru asal Korsel, Jeon Byung Euk. "Kami berniat merekrut dia karena Rudy (Rudy William Keltjes, pelatih Persebaya, Red) suka dengan gaya permainannya," terang Saleh.

Di daftar pemain anyar Persebaya, justru pemain Korsel lain yang tercantum. Dia adalah Bu Young Tae, penyerang Daejeon Citizen yang tak kunjung hadir hingga kemarin (3/3). Padahal, sebelumnya pemain berusia 24 tahun tersebut digadang-gadang segera bergabung oleh manajemen Persebaya.
sumber : jawapos.com

Rabu, 03 Maret 2010

Pemecatan Tak Sempurna

Ngon Masih Latihan

SURABAYA - Manajemen Persebaya kembali melakukan blunder terkait dengan pemecatan tiga pemainnya. Hingga kemarin (2/3), penyerang asal Kamerun Ngon a Djam, ternyata, tidak mengetahui bahwa dirinya dipecat.

Padahal, Senin (1/3) kabar pemecatan Ngon, Anderson da Silva, serta Josh Maguire telah disampaikan manajemen kepada media. Saat itu pula, Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar menyatakan bahwa pihaknya bisa terancam sanksi jika kabar pemecatan tersebut telanjur beredar di media, sementara yang bersangkutan belum mengetahui. Ternyata, Ngon masih berlatih bersama Mat Halil dkk di Gelora 10 Nopember kemarin (2/3).

Fakta itu langsung mematahkan ungkapan Saleh yang sebelumnya menyebut Ngon sedang berada di Kamerun. Dia mengatakan, penyerang jangkung tersebut harus pulang lantaran istrinya kecelakaan.

Karena itu, Persebaya, lanjut Saleh, telah mengirimkan pemberitahuan kepada Ngon melalui surat elektronik. Sayang, kemarin Ngon tak mau berkomentar terkait dengan kabar pemecatan tersebut. ''Tanyakan saja kepada manajemen,'' ujar mantan penyerang Sriwijaya FC tersebut.

Sementara itu, Asisten Manajer Bidang Teknik Persebaya Cholid Ghoromah menjelaskan, kabar Ngon berada di Kamerun didapat melalui Eko Subekti, agen Indobola Mandiri. Dia juga menyatakan bahwa persoalan pelepasan Ngon akan diserahkan kepada Eko. ''Kami mau sampaikan langsung, tapi terkendala bahasa,'' kata Cholid.

Berbeda dengan Cholid, Eko mengatakan tidak pernah memberikan informasi bahwa Ngon sedang berada di Kamerun. Dia justru menyatakan, sebelum kabar pemecatan itu beredar di media, dirinya ke Surabaya menemui Ngon.

''Tapi, menurut Pak Cholid, Ngon sedang ada di Prancis. Jadi, saya langsung balik ke Jakarta,'' tuturnya.

Terkait dengan masih bergabungnya Ngon dalam latihan Persebaya, Eko menyatakan bahwa hal itu wajar. ''Bagi seorang pemain yang belum mengetahui bahwa dirinya terdepak, sangat wajar jika Ngon masih berlatih,'' ujarnya. Namun, Eko menyatakan akan membantu Persebaya menyelesaikan proses Ngon tersebut.

Di sisi lain, pelatih Rudy William Keltjes menyatakan, latihan yang dipimpinnya tidak terpengaruh sedikit pun dengan kehadiran Ngon. Pria keturunan Sitobondo-Belanda tersebut tetap bisa menjalankan program latihan dengan baik.

Dalam latihan kemarin, penyerang asal Korea Selatan (Korsel) yang sebelumnya dijanjikan hadir, Bu Young-tae, ternyata tidak muncul. Kemarin hanya ada satu muka baru, yakni mantan penyerang Arema dan Persik Patricio "Pato" Morales.

Jika melihat kebutuhan tim, Rudy mengatakan lebih membutuhkan seorang gelandang ketimbang penyerang. (uan/diq)

Selasa, 02 Maret 2010

John Tarkpor, Kapten Baru Persebaya

Selasa, 02 Maret 2010 15:45:31 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Sepeninggal Anderson da Silva yang dicoret dari skuad Persebaya, posisi kapten Bajul Ijo kosong. Apalagi wakil kapten, Endra Pras yang berposisi sebagai kiper bukanlah pemain inti. Sebab posisi Pras mulai tergeser semenjak kedatangan mantan kiper Deltras Sidoarjo, Syaifudin.

Perdebatan tentang siapa kapten Persebaya selanjutnya mulai timbul. Dua nama sempat naik ke permukaan sebagai calon kapten baru, yakni Mat Halil dan Anang Ma'ruf. Dilihat dari segi usia, kedua pemain inilah sosok yang pas. Sebab keduanya merupakan pemain senior di Mes Karanggayam.

Tapi setelah dilakukan pengambilan suara yang melibatkan seluruh pemain. Akhirnya bukan nama Anang atau Halil yang terpilih sebagai kapten anyar Persebaya, melainkan John Tarkpor. Terpilihnya Tarkpor memang cukup mengejutkan. Selain usianya yang masih muda, mantan pemain Persitara Jakarta Utara itu tergolong baru di tim. Dia baru bergabung dengan Bajul Ijo awal musim ini.

Tapi pelatih Persebaya, Rudy William Keeltjes punya pendapat sendiri. ''Saya mau maksimalkan dia. Saya tahu dia bisa ngayomi dan dia disenangi pemain lain. Kita cari orang yang kuat main 90 menit,'' ungkap Rudy kepada beritajatim.com, Selasa (2/3/2010).

Selain itu, Tarkpor juga pernah ditunjuk sebagai kapten saat Bajul Ijo tandang ke markas Persema Malang lalu. Sedangkan sebagai wakil kapten, pemain menunjuk Mat Halil. Keputusan menunjuk Halil sebagai wakil kapten juga bukan tanpa alasan. Meski sebenarnya Persebaya masih punya Anang Ma'ruf, tapi Halil dianggap sosok yang mudah berbaur dan tentunya disegani dan disenangi pemain lain.

''Sebenarnya saya mau kasih ke Juan (Marcelo). Sebab saya lihat posisinya sangat pas,'' tutup mantan pelatih Persipura Jayapura dan Persijap Jepara itu.(sya/eda)
sumber : beritajatim.com

Pulang Malam, Gaji Pemain Persebaya Dipotong Rp 500 Ribu

Senin, 01 Maret 2010 19:16:17 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Pelatih anyar Persebaya, Rudy William Keeltjes benar-benar menerapkan kedisiplinan kepada anak buahnya.

Tak tanggung-tanggung, dirinya sampai hati untuk memotong gaji apabila ada pemainnya yang melanggar aturan yang sudah disepakati.

Rudy yang ditemui usai memimpin latihan sore, Senin (1/3/2010) mengatakan, dirinya tadi pagi sudah melakukan pertemuan dengan seluruh pemainnya. Dalam pertemuan itu ada beberapa hal yang sudah disepakati, baik tim pelatih maupun pemain. Dari beberapa kesepakatan itu beberapa hal menyangkut kedisiplinan.


''Saya sudah bertemu dengan pemain. Topik yang kita bicarakan banyak. Saya dengar banyak unek-unek mereka,'' kata Rudy.

Salah satu kesepatakannya adalah, pemain dilarang memasukkan orang asing ke dalam mess. Selain itu, sudah disepakati bahwa jam malam Persebaya adalah pukul 22.30. Kalau terlambat satu menit saja, maka pemain harus rela gajinya dipotong Rp 500 ribu. ''Termasuk pelatih. Nanti saya juga buat jadwal piket untuk pelatih,'' papar Rudy.

Tak hanya itu, saat latihan, pemain juga harus patuh dengan waktu. Untuk latihan pagi dimulai pukul 06.30 sedangkan latihan sore mulai 15.30.

''Kalau mereka terlambat satu menit saja, potong gaji Rp 250 ribu,'' lanjutnya. Tak hanya di lapangan, di luar lapangan pemain juga dituntut untuk disiplin. ''Saya mau contoh Niac Mitra, karena itu baik. Buktinya dia bisa juara,'' kelakarnya.

Khusus untuk latihan, ia sangat ingin seluruh pemainnya serius dan tidak main-main. Tak hanya itu, ia juga tak segan untuk mencubit bahkan menempeleng pemainnya yang tertawa ketika melakukan kesalahan.

''Kalau mereka salah lalu mereka masih tertawa saya tempeleng saja. Untung hari ini saya puasa. Saya ingin mereka serius, kalau bisa berani mati demi Persebaya,'' pungkasnya.[sya/ted]

Persebaya Depak Anderson, Josh dan Ngon A Djam

Senin, 01 Maret 2010 20:21:04 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Manajemen Persebaya akhirnya menempati janjinya untuk mengumumkan pemain yang akan dicoret, Senin (1/3/2010) malam hari ini. Ada tiga nama yang dipastikan didepak dari Mess Persebaya, yakni Anderson da Silva, Josh Maguire dan Ngon A Djam.

Manajer Persebaya, Saleh Ismail Mukadar, Senin malam mengatakan, pihaknya memang sudah lama melakukan perburuan pemain. Namuan banyak buruannya lepas.

Selain itu manajemen juga melakukan deal dengan beberapa pemain, seperti Christian Carrasco, Ernest Jeremiah dan bek Pelita Jaya, Eduardo Bizzaro. ''Bahkan untuk Ernest itu kita berani bayar dia Rp 800 juta setengah musim,'' terang Saleh.

Saleh menambahkan, untuk saat ini hanya Juan Marcelo Cirelli yang resmi diperkenalkan ke media dan publik. Nantinya Marcelo akan menggantikan posisi yang ditinggalkan Anderson da Silva yang dilepas pertegahan musim ini. Selain itu, manajemen juga melepas gelandang serang asal Australia, Josh Maguire.

''Josh terlalu angkuh dan sombong. Mungkin karena dia pemain Australia sehingga dia anggap kita lebih rendah. Selain itu ia berkali-kali indisipliner. Dia juga sering melawan pelatih,'' beber mantan Ketua Umum KONI Surabaya itu.

Nama terakhir yang masuk dalam daftar pencoretan adalah Ngon A Djam. Pemain termahal Persebaya ini didepak lantaran mandul dan tidak berkontribusi ke tim. ''Ngon sudah kembali ke negerinya. Kemungkinan dia untuk kembali sangat kecil. Sebab istrinya dalam kondisi koma,'' lanjut Saleh.

Sebagai ganti Ngon, Persebaya akan mendatangkan mantan striker Persik Kediri dan Arema Indonesia, Patricio Morales. Kedatangan Pato memang cukup mengejutkan.

Sebab ia didepak Persik karena penampilannya yang tak sebaik ketika membela Arema. Selain itu ia juga jarang mencetak gol. Sang pemain saat ini sudah dalam perjalanan ke Surabaya. Rencananya, Selasa (2/3/2010) besok dia sudah ikut latihan.

''Saya yakin dia bisa main baik di Persebaya. Mungkin waktu di Persik dulu dia kurang pasokan bola sehingga tidak maksimal. Saya berharap dengan lini tengah kita yang bagus bisa bantu dia untuk cetak gol,'' jelasnya.

Dengan berganbungnya Pato dan Marcelo, otomatis kuota Persebaya hanya menyisakan satu pemain yakni untuk pemain Asia.

Saat ini Persebaya sudah punya dua kandidat, yakni Jeon Byung Euk dan Bu Young-Tae. Jeon adalah gelandang berusia 23 tahun yang pernah ikut seleksi di Persib Bandung. Sedangkan Young-Tae adalah mantan pemain Timnas Korsel U-20 dan mantan pemain salah satu klub Korsel, Daejeon Citizen.

Saleh menambahkan, untuk Josh, sang pemain kini sudah deal dengan PSPS Pekanbaru. Sedangkan untuk Anderson, Saleh masih belum tahu dimana pemain Brazil itu akan berlabuh.

''Sebelum kita lepas, agennya sudah menawarkan ke tim-tim lain. Kita juga sudah berikan surat keluar ke mereka,'' tutup Saleh.[sya/ted]

Senin, 01 Maret 2010

Gelora Bung Tomo Sebentar Lagi Selesai

 


Gb.2 Tribun e rek arek bonek siap-siap
  

Gb.3 Megah
Gb. 4 Sistem drainase lapangan


Gb. 5 Megah rek!


  
Gb. 6 Iki Suroboyo


 
Gb.7 Dikelilingi tambak


 
  
Gb.8 Indoor


 
Gb.9 Rumput terbaik.

Minggu, 28 Februari 2010

Rudy Anggap Danur Pelatih Terpintar di Indonesia

Minggu, 28 Februari 2010 08:29:47 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Dari segi usia, Danurwindo dan Rudy William Keeltjes tidak jauh beda. Dua orang ini adalah pesepakbola Indonesia era 70an. Sebagai pelatih, keduanya juga seangkatan. Meski begitu Rudy menganggap Danur lebih hebat darinya.

Menurut pelatih yang kini membesut Persebaya itu, Danur adalah pelatih paling pintar di Indonesia saat ini. Selain itu Danur juga pelatih sarat pengalaman. Selain berkiprah di sepakbola nasional, pelatih kelahiran Kutoharjo, Jawa Tengah itu pernah menimba ilmu di Italia dan Inggris.

''Saya tidak lebih bagus dari Danur. Menurut saya tidak ada pelatih Indonesia yang ilmunya melebihi Danur, termasuk Sinyo Aliandoe,'' aku Rudy, Sabtu (27/2/2010).

Padahal kita tahu bahwa Sinyo saat ini merupakan pelatih terbaik Indonesia. Sebab mantan pelatih Arema Malang itu pernah membawa Indonesia hampir lolos ke Piala Dunia sebelum kalah dalam pertandingan terakhir lawan Korea Selatan.

Meski sarat ilmu dan pengalaman, namun Danur tidak pernah membawa tim yang dibesutnya menjadi jawara Liga Indonesia.

Meski sudah tergusur dari posisinya sebagai pelatih kepala, kini Danur punya tugas baru, yakni sebagai direktur teknik.

Memanfaatkan ilmu sepakbola Danur yang luar biasa, Rudy bakal meningkatkan intensitasnya untuk berkomunikasi dengan mantan pelatih Persija Jakarta itu.

''Saya harapkan kerja bersamanya dengan itu saya yakin tim ini lebih baik. Saya tidak akan merombak taktik Danur. Namun saya hanya memperbaiki saja,'' pungkas Rudy.[sya/ted]
sumber : beritajatim.com

Rudy Terapkan Jam Malam Pemain Persebaya

Minggu, 28 Februari 2010 07:38:34 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Sosok Rudy William Keeltjes memang bukan orang baru di Persebaya. Selain menjadi bintang Bajul Ijo pada era 70an, pria bertubuh tegap ini pernah dua kali melatih Persebaya. Kali ini, dia mendapat kesempatan untuk melatih tim sarat sejarah ini untuk ketiga kalinya.

Dimana pun dia melatih, hanya satu kata untuk menggambarkan Keeltjes, yakni disiplin. Ya, pelatih keturunan Madura-Belanda ini memang orang yang sangat disiplin, terutama soal waktu. Ia tidak segan mencadangkan pemain yang indispliner, meski pemain itu berkualitas..

Rudy menjelaskan, Senin (1/3/2010) besok dirinya akan berbicara dengan pemainnya mengenai peraturan yang harus dipatuhi oleh pemain. Salah satunya adalah masalah jam malam. Ketika Persebaya dibawah kendali Danurwindo, jam malam tidak diberlakukan.

''Kalau pulang jam satu malam itu tidak logis. Paling lambat jam 11 malam. Lebih satu menit menit saja saya akan denda uang,'' tegas Rudy, Minggu (28/02/2010).

Uang itu nantinya akan diberikan ke fakir miskin. Ia hanya berharap dengan aturan itu pemain menjadi manusia yang disiplin dan menghargai waktu. Selain itu ia secara tegas akan membangku cadangkan pemain yang indisipliner saat latihan.

''Mungkin sepulang latihan saya akan istirahat di mess untuk ngobrol dan mengawasi pemain. Tapi saya juga bukan polisi. Saya juga tetap pulang,'' pungkasnya.[sya/ted]
sumber : beritajatim.com

Lagi, Persebaya Jadi Sapi Perahan Komdis

Sabtu, 27 Februari 2010 18:32:56 WIB
Reporter : M. Syafaruddin

Surabaya (beritajatim.com) - Persebaya Surabaya kembali menjadi sapi perah PSSI. Setelah dihukum ratusan juta Rupiah, kini Persebaya kembali didenda Rp 250 juta oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Hukuman itu dikarenakan nyanyain suporter Persebaya, Bonek yang dinilai melakukan diskriminatif terhadap suporter lain.

Dalam fax yang dikirimkan ke Mess Persebaya, Sabtu (27/2/2010) tertuliskan, hukuman Rp 250 juta diberikan karena pada tanggal 14 Februari lalu, saat Bajul Ijo meladeni Persib Bandung, suporternya, Bonek, kedapatan bernyanyi lagu yang bersifat intimidatif.

''Fax ini tertulis bahwa panpel Persebaya dikenakan sanksi denda 250 juta. Paling lambat dibayarkan 25 Maret mendatang,'' ucap Cholid.

Atas hukuman itu, Cholid menegaskan bahwa pihaknya akan mengajukan banding ke PSSI. Sebab dia mengatakan, perlakuan serupa sebenarnya tidak hanya terjadi di Surabaya. Sebab ketika Bajul Ijo tandang ke tempat lain, selalu ada nyanyian yang sifatnya intimidatif kepada timnya. ''Kalau seperti ini bisa-bisa setiap pertandingan kita kena denda,'' katanya singkat.

Selain itu ia berharap dan menghimbau agar Bonek tidak mengulangi nyanyian yang intimidatif. Sebab itu sama saja merugikan Persebaya. Apalagi sebelumnya Persebaya juga sudah mendapatkan banyak denda karena ulah segelintir Bonek. [sya/kun]
sumber : beritajatim.com
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket